Labels

Selasa, 17 Desember 2013

Happy Birthday, MySelf !!

Happy Birthday, Selamat Ulang Tahun.
AKU, yang ke 20 tahun, yang makin dewasa, yang harus makin dewasa, makin giat belajarnya, makin apapun yang terbaik.
20 tahun sudah, baru kali ini ngerayain ulang tahun, tanpa kedua orang tua :((
biasanya apapun yang terjadi, mesti nyempetin buat nengok anaknya ini, tapi kali ini engga.
Mungkin emang aku harus bener-bener dewasa.

I will.. no, I must to...

Nothing's special....

but, I'm happy, because I have you, you all my friend.

Thanks for remember this day, thanks for everything!
Birthday Gift From Zuhristawa L Aljabbar
Thankyou for remember me and this day.
You know me so well, I love this cute box, Yellow :))

Pas lagi mau keluar kos, tiba-tiba ada orang teriak "paket-paket" dan nyebutin nama ku, itu syok banget, ada gitu yang inget aku sampe-sampe paketannya nyampe pas hari H.
Salut, thankyou Ris!

Thankyou cimin-cimin (tanpa Maul dan Redy, ini begitu kurang :( )

Coffee Taste, makan dan sangat kenyang! meskipun bayar sendiri-sendiri :P

thankyou all, I love you all so much :*



Minggu, 15 Desember 2013

Your best lover is your bestfriend

Cinta, kamu pasti tahu apa itu cinta. Kamu pasti tahu bagaimana mencintai, bagaimana dicintai.
Tapi aku, aku hanya tahu mencintai, aku tak pernah tahu bagaimana rasanya dicintai, oleh seseorang yang begitu kita cintai. Aku hanya mencintai, sendiri, dalam senyum, tawa, tangis, aku mencintaimu.
"Hey, kenapa melamun? Aku mau pulang nih, mau aku anter apa jalan kaki?".
Iya, dia lelaki yang aku cintai, namanya Ardi, yang aku cintai sejak pertama kali kita memutuskan untuk bersahabat, sejak pertama kali kita merasakan bangku kuliah.
"Iyalah, kamu harus anter aku pulang, udah ngerjain tugas kamu, masa kamu gak mau berterima kasih?" ucapku, yang harus ku tunjukkan, bahwa aku masih sahabatnya, yang selalu membantu dia dan aku mencintainya. Ini sudah tahun ke-2 kita bersahabat, sudah tahun ke-2 pula aku mencintai, tanpa ia sadari. Ardi adalah lelaki yang mempunyai jiwa semangat yang tinggi, dia selalu menyemangati ku ketika aku merasa sendiri, tak terlalu paham dengan materi kuliah, bahkan ketika aku merasa, aku lelah mencintai dia, dia menyemangatiku tanpa dia ketahui, aku lelah berpura-pura dalam persahabatan ini.

~~

"Ardiiiiiiiiiii, kamu ngapain aja sih jemputnya lama? Aku udah laper nih". Kataku, dengan manyun, seolah-olah Ardi adalah kekasihku, dan ku tunjukkan sikap manjaku karna aku lelah menunggu, bukan karna aku lapar, karna aku sudah merindukan sosoknya yang seminggu ini dia sibuk dengan kegiatan kampus.
"Sorry, tadi aku habis anter orang dulu, nanti deh aku ceritain, yuk naik!"
deg.. aku tahu, aku paham betul maksud Ardi, aku tahu yang dimaksud adalah perempuan. Ardi sudah seminggu tak bercerita kehidupannya, Ardi sibuk kegiatan kampus yang biasanya dia selalu merasa kelelahan karna tak pernah bisa tidur nyenyak karna kegiatan kampus ini menuntutnya untuk bangun pagi. Entah kenapa, kegiatan kali ini, dia begitu bersemangat.
"Nah, aku mau cerita ke kamu nih, aku lagi deket sama cewek, baru kenal pas kemarin itu sih, namanya Lani, pokoknya kamu harus ketemu sama dia"
"Iyakah? wah senengnya yang bentar lagi gak jomblo, setelah sekian tahun jomblo ya, hihihi"
Reaksi ku, yang seharusnya ku tunjukkan, karna aku sebagai sahabatnya, harus merasa bahagia kalau dia bahagia.

~~

Aku masih mencintai mu dalam diam ku, aku masih mencintaimu dalam suka mu, karna aku tahu, kamu mencintaiku, dalam persahabatanmu.

Ardi memang begitu dekat dengan Lani, tapi aku tak pernah tahu, bagaimana perasaan Ardi sebenarnya terhadap Lani, karna semenjak Ardi menceritakan tentang Lani kepada ku, dia tak pernah lagi menyebut nama Lani didepanku. Aku pun masih belum dikenalkan langsung oleh Ardi kepada Lani.
Ardi memang tak berubah, masih mengantarku pulang, masih menemani ku makan, mengerjakan tugas, menyemangatiku ketika aku lelah kuliah. Ardi masih seperti biasanya. 

Semakin dekat dengan Lani, semakin sering Ardi berdua dengan Lani, Ardi tetap tak berubah.

Jika aku bisa membaca pikiran orang, pikiran Ardi lah yang ingin aku baca. Entah mengapa, dia belum juga meresmikan hubungan mereka.

~~

Ini tepat hari ulang tahun ku. Aku bersikap biasa saja, karna sama seperti tahun kemarin, tak akan ada hal yang menyenangkan. 

To: Ardi
"kamu dimana? engga jemput aku?

Aku berjalan sendirian menuju kampus, yang memang tidak terlalu jauh. Aku berfikir, aku harus sedikit menghindar dari Ardi, agar dia bisa bebas dengan cintanya, Lani, yang setiap aku lihat, dia begitu bahagia semenjak kenal dengan Lani. Aku? Hanya bisa memberi kebahagiaan dia ketika tugas kuliahnya aku yang mengerjakan, itu saja. 
Aku terlihat bodoh, saat aku mencintai seseorang tapi tak ada hal yang dapat aku lakukan, aku hanya diam, menunggu sesuatu yang tak pernah terjadi, jika aku tak pernah memberitahukan perasaanku.

Aku memang mencintai Ardi, tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaan ini, aku takut kalau aku salah mengartikan kebaikan Ardi yang tentunya hanya untuk sahabat. Aku tak pernah ingin sakit hati karna cinta ini berbeda arah. Aku lebih baik mencintaimu, dalam diam.

~~
 Ada kotak biru di atas bangku ku.
'Your best lover is your BestFriend'
Ardi

Secarik kertas, yang aku tak paham apa maksudnya, tiba-tiba membuatku ingin menangis.
"Selamat Ulang Tahun, kamu, sahabat terbaik dalam hidup yang selalu memberi keindahan, my bestfriend, will you be my girlfriend?" kata Ardi dengan memberiku sebuket bunga mawar merah.

Aku terdiam, menangis, dan mengangguk sekali, kemudian memeluknya.

~~

"Kamu, kalo cinta aku bilang dong, jangan cuman diem aja. Emangnya enak cinta terus gak diungkapin?"
"Hey, aku kan cuman gak mau ganggu kamu sama Lani"

"Aku sama Lani emang deket, tapi deg-deg an ini loh, cuman ada saat aku sama kamu. Ternyata aku sama Lani engga bisa sedeket sama kamu, kaya gini nih" Ardi dengan mencubit pipiku.




Sabtu, 14 Desember 2013

Jatuh Cinta Diam-Diam

Apakah kamu tau rasanya jatuh cinta diam-diam?

Aku tau rasanya jatuh cinta, jatuh cinta itu memang indah kalau kamu gak perlu menyimpan perasaanmu sendiri. Tapi, jatuh cinta itu lebih indah kalau kamu jatuh cinta pada orang yang jatuh cinta sama kamu juga.

Jatuh cinta diam-diam? haruskah cinta ini di pendam? tak perlu dibagi dengan orang yang di cintainya?

aku pernah jatuh cinta diam-diam, aku tau itu sulit, menjalani jatuh cinta yang hanya diri kita sendiri yang merasakan cinta.

Jatuh cinta diam-diam, bukanlah tidak indah jatuh cinta diam-diam, yang diam-diam melihatmu dari kejauhan, yang diam-diam memperhatikan tingkah lakumu, jalan mu, gaya bicara mu, tertawa lepas mu, yang diam-diam mencari keberadaanmu, mencari jadwal kuliahmu, hanya untuk memastikan kamu baik-baik saja, yang diam-diam mendo'akanmu, mendo'akan yang terbaik untuk hubunganmu dengan dia, wanita yang aku tau, kamu sangat mencintainya.

Kenapa harus jatuh cinta diam-diam?

Aku hanya ingin mencintaimu, karna aku tau, tidak semua cinta harus dibalas dengan cinta, karna aku tau, tidak semua cinta pada tempatnya, karna tidak semua cinta harus bersatu.

Jatuh cinta diam-diam

Siapa yang sanggup jatuh cinta diam-diam?
Siapa yang sanggup jatuh cinta tanpa dicintai?

Aku sudah lama jatuh cinta diam-diam, dan aku tidak sanggup.
Aku masih belum-tidak-sanggup jatuh cinta diam-diam, yang diam-diam pula merasakan sakit hati, patah hati, cemburu, marah, sedih, melihat kamu, yang diam-diam aku cintai, tapi tak pernah sedikitpun mengerti, disini ada aku, yang-lebih-mencintaimu.
Dan yang paling membuatku sakit adalah, ketika melihat kamu, jatuh cinta dengan seseorang yang jatuh cinta sama kamu juga.

Tidak, Aku jatuh cinta diam-diam denganmu bukan karena aku tak berani menampakkan diriku, tapi karena aku tau, mencintaim itu sudah begitu indah, memperhatikanmu dari kejauhan sudah sangat bahagia.
Mengetahui kamu, aku sudah sangat merasa istimewa.
Bagaimana mungkin aku harus meminta hal yang lebih indah jika aku sudah bisa merasakan semua keindahan hanya dengan mencintaimu diam-diam?

Aku tak ingin menjadi manusia tak bersykur.

Begitupun, aku masih ingin mencintaimu, diam-diam, dibalik semua keindahanmu.


Apapun namanya kesunyian, akan sangat menyiksa jika memori ini masih mengingatmu

Senin, 15 April 2013

Bahagia = Sedih



Kalo kamu tanya, apa aku pernah bahagia, jelas. Pernah. Dengan siapa? Jelas dengan kekasihku dulu. Tapi itu dulu. Sekarang aku sedih karenanya. Bahagia namun mengapa tak bertahan lama? Iya, karna bahagia itu akan berbanding lurus dengan kesedihan. Dia memberikan ku cinta, hanya sebentar. Tapi disaat itulah, aku merasa aku terlalu bahagia berada disampingnya. Dan setelah dia meninggalkanku, aku baru sadar, setiap ada bahagia, kesedihan akan menanti. Kalau kamu berikir hubunganmu tidak bahagia, kamu salah. Selalu akan ada bahagia disaat kalian dengan pasangan bertengkar. Dan sebaliknya.
Bahagia bukan hanya dari pasangan saja kan?
Selalu berpikir positif lah dengan hidupmu. Nantinya Tuhan akan mengerti, kapan saatnya kamu akan bahagia, dan kapan saatnya kamu akan bersedih. Jangan pernah mengeluh tentang kesedihan yang kamu pikir tidak datang tepat pada waktunya, jelas Tuhan sudah yang Maha Tahu kapan kamu siap untuk bersedih.

Keep smiling and cheers up :) 

Kita (gak) Harus Putus !!



“Aku masih ada urusan, kamu makan sendiri aja ya.” Kata pria itu dihandphone ku. Dia memang lebih mementingkan waktu dengan sahabat-sahabatnya daripada denganku. Entahlah, aku tak tau alasan yang sebenarnya. “Iya, gak apa-apa. Kamu sampe jam berapa nanti? Jangan pulang malem-malem ya, aku abis ini langsung pulang ke kos.” Kata ku dengan lemah dan tak pernah ingin memaksa dia untuk menemani ku makan, atau mengantarku pulang. “Iya sayang, gak sampe malem kok. Nanti kalo udah di kos, aku sms lagi. Bye dear.” Dia menutup telpon. Seperti biasa. Tak terlihat kita punya masalah bukan? Iya, kita hanya tak pernah bertengkar dalam dunia nyata, tapi dalam keadaan hati dan perasaan, kita selalu bertengkar. Karena apa? Karena kadang sifat egoku yang mulai muncul tetapi tak pernah dia anggap serius. Aku ini tak pernah suka makan sendirian, aku ini takut keramaian. Tapi dia tak pernah mengerti. Aku bisa apa?
Handphone ku berbunyi, nada sms dari kekasihku. Dia menepati janjinya untuk memberitahu kalau sudah pulang. Tidak jarang dia lupa untuk mengirimi ku pesan singkat sebelum aku tidur bahkan ucapan selamat pagi darinya. Iya, dia belum pulang saat aku tidur dan dia belum bangun saat aku sudah bangun. Begitulah setiap hari hubungan ini. Tak pernah ada kemajuan pesat semenjak kita berdua memutuskan untuk bersama.

From : Sayang
“Sayang, aku udh pulang nih. Have a nice dream ya”

Gak perlu membutuhkan waktu yang banyak untuk membalas pesannya. Aku selalu antusias dengan pesan singkat yang selalu dia kirimkan.

To : Sayang
“Iya, Istirahat gih.. Luv ya”

Sudah, dia bukan SMS person. Sekali sms jarang sekali ada balesan lain. Itulah kenapa aku selalu antusias dengan pesan singkatnya.
                                                                        “”
Setiap waktu memang begini, aku tak pernah bisa memberikan, yah istilahnya yang terbaik.
Aku juga merasa gak pernah mengerti, apa seharusnya tugasku sebagai kekasihnya.
Menemani dia ke kampus? Dia sudah memiliki sahabat-sahabat yang sangat baik. Mengingatkan makan? Dia bukan orang yang pelupa dalam hal makan. Dia akan selalu makan saat dia merasa lapar. Dia bukan pemalas. Membantu mengerjakan tugas? Dia anak yang pintar, dia selalu mendapatkan IP >3,00 . Kadang mencintai dan menjadi kekasihnya adalah salah satu hal yang sangat patut disyukuri, karena dia adalah lelaki yang baik, dalam pandanganku. Untuk bisa menjadi kekasihnya pun tak mudah, karena banyak sekali perbedaan antara kita. Tapi entahlah, dia memilihku untuk menjadi kekasihnya.

To : Sayang
“Good morning, sunshine. Hopefully that you always love me”

Tugasku setiap pagi, mengirimkan dia pesan singkat agar dia selalu tau aku disini mencintainya walau aku tak tau, seberapa pentingnya aku dimata dia saat dia membuka matanya.
                                                                        “”
Ini tanggal 1, ini adalah bulan ke 6 aku resmi menjadi kekasihnya. Ini adalah bulan yang seharusnya bahagia daripada bulan yang lalu. Di bulan ini, aku harus bisa menunjukkan bahwa ini aku, kekasihmu. Tapi, apa yang harus aku lakukan? Dia terlalu sempurna tanpaku, dia sudah mandiri tanpaku.

From : Sayang
“Happy 6 monthversary dear, keep this love ya J
To : Sayang
“Happy 6 mothversary too dear, be a good boy ya J

Dia memang tak pernah lupa tanggal 1. Tapi aku tak yakin, apakah dia juga tak pernah lupa denganku.
                                                                        “”
“Sayang, anterin aku pulang ya.” Pinta ku sore itu. Aku lupa rasanya dijemput olehmu, aku lupa rasanya duduk dibelakang punggungmu, aku lupa rasanya memeluk punggung itu. Karena kamu terlalu sering sibuk dengan urusanmu yang menjadikan kamu lelaki yang sempurna ‘dimata orang banyak’. “Iya, tunggu didepan, aku ambil motor dulu.”
Aku tak ingin langsung pulang, aku ingin lebih lama menikmati punggung itu. Aku masih ingin memeluk punggung itu. “Sayang, cari tempat ya buat ngobrol. Aku pengen ngomong banyak sama kamu.” Dia langsung membelokkan motor itu ke cafe yang dulu sering kita kunjungi. Cafe yang dulu aku pertama kali memanggilnya ‘sayang’ .
“Mau ngomong apa sayang? Serius banget, tumben.” Ucap dia dengan senyum nya yang menunjang dugaan bahwa dia memang lelaki sempurna.
“Enggak, cuman kangen aja. Udah lama kita gak ngobrol gini gara-gara urusan kamu dan teman-temanmu. Kamu lupa ya punya aku?” Aku menunduk saat mengatakan itu. Tak berani melihat sorot matanya yang teduh. “Ya enggak lah, mana mungkin aku lupa. Kamu itu satu-satunya sayang.” Rayu dia dengan memegang tanganku. Aah, aku semakin tak kuasa, aku ingin menangis. “Kamu bahagia pacaran sama aku?” tanya ku takut. Aku gak siap dengar jawabannya.
 “Hei, kenapa kamu tanya seperti itu? Jelas bahagia sayang, sangat.”
“Kamu bahagia karena apa? Aku sama sekali belum merasa pernah membahagiakanmu. Aku sangat terlihat kurang buatmu. Kamu itu sudah sempurna, ada atau gak ada aku, kamu akan tetap sempurna.” Aku menangis. Aku sedih, memang seperti itu kenyataannya. Dia sudah sempurna.
“Aku belum sempurna sayang, manusia gak ada yang sempurna, kamu itu pelengkap hidupku. Jangan ngomong aneh-aneh.”
“Kamu akan bisa tanpaku.....”
“Maksud kamu? Enggak sayang, aku gak bisa tanpamu...”
“Tapi, aku gak pernah buat kamu bahagia, buat apa hubungan seperti ini diteruskan? Aku merasa, aku gak berguna jadi kekasihmu....”
“Kita gak boleh putus sayang, aku butuh kamu. Kita harus tetep sama-sama. Kalau kamu mau bahagia, kalau kamu mau buat aku bahagia, kita gak harus putus. Kita harus tetep sama-sama. Kita bahagia sama-sama nanti. Kamu itu berguna sayang, kamu itu penyemangat pagiku. Percayalah, kalau hanya masalah bahagia, kita pasti akan bahagia nantinya.” Ucap dia dengan setengah memeluk ku.
Dia memang sempurna. Dan sekarang aku merasa bahagia. Karena aku memiliki seorang yang sempurna.

Jumat, 22 Maret 2013

Trik Move on ku



Ketika aku melihat sekeliling orang yang “terkadang” pernah tersakiti oleh cinta, aku memikir bagaimana keadaan hatiku sekarang, apakah aku baik-baik saja tanpa cinta yang dulu pernah aku banggakan ataukah aku hanya merasa kesepian karena aku sendirian.
Ternyata tidak, aku baik-baik saja. Aku lebih baik dari sebelumnya. Memang butuh proses yang sangat lama untuk memulihkan “baik-baik” saja itu. Setidaknya aku sekarang bisa tersenyum lebar lagi tanpa harus dengan orang yang dulu ku cintai.

Mungkin, ketika baru saja ditinggalkan, akan terasa sangat sulit untuk memulai hal-hal yang biasanya kita lalui dengan orang yang kita sayang mulai dari bangun hingga terlelap lagi dan sekarang kita bangun tanpa ada ucapan selamat pagi darinya dan akan tidur tanpa ucapan selamat malam darinya. Sangat sulit memang menjalani hal-hal baru itu. Mungkin bagi orang lain, aku terlalu lebay ketika aku belum bisa terlelap hanya karena menunggu ucapan selamat malam. Memang begitu adanya. Anggap saja sebagai orang muslim, ketika hendak makan kita belum berdoa, akan terasa aneh kan kita akan makan? Sama halnya seperti itulah aku. Tapi, malam demi malam, aku bisa menjalani malamku tanpa ucapan selamat malam. Ya, karena aku mengucapkannya dalam hatiku sendiri untuk diriku sendiri. Miris. Tapi itulah kenyataan yang harus aku tempuh. Dan aku mulai terbiasa dengan itu.
Dan ketika aku melihat banyak orang mulai tersakiti karena cinta, aku hanya bisa tersenyum. Iya, Tuhan itu adil. Pasti ia akan menurunkan banyak-banyak orang patah hati untuk menemaniku.
Aku sendiri masih heran, kenapa orang yang kita sayangi, kita cintai begitu jahatnya,begitu teganya melihat kita sakit, menangis.. padahal mereka pernah menjelmakan kita sebagai oang yang mereka sayangi, mereka cintai juga dengan memanggil sebutan “sayang” atau “cinta” kepada kita. Apa mereka tak pernah berfikir bahwa menyakiti orang yang kita sayang akan mendapatkan karma?
Sudahlah, tunggu saja karmamu.
 
Aku memang merasa sakit, ketika kamu pergi, memutuskan untuk berhenti mencintaiku tepatnya. tetapi aku berpositive thinking, kalaupun nanti kamu merasa masih membutuhkanku, kamu akan menyesal meninggalkanku. Tetapi kalaupun kamu tidak menyesal sama sekali pergi dariku, maka aku akan sangat bersyukur karena aku telah dijauhkan dari orang yang tidak benar-benar mencintaiku.