Labels

Selasa, 08 Desember 2015

ini masalah hati

kalau kamu mengerti kenapa cinta itu harus terdiri dua-orang-yang-saling-mencintai, sekarang tolong jelaskan kepadaku...
kalau kamu mengerti jatuh-cinta-adalah-hal-yang-terindah, sekarang tolong jelaskan kepadaku...

aku ingin menyapamu, rindu.
aku ingin menatap wajahmu, rindu.
aku ingin nanyakan kabarmu, rindu.

aku rindu dengan segala hal yang kau ceritakan, kau khayalkan, kau impikan. rindu dengan segala kenangan yang kita rangkai bersama dengan waktu singkat, waktu yang tak sengaja kita bertemu.
aku merindukan mu.
jika kamu tau, kesalahan ku adalah saat kau pergi dan ke-ego-an mu menjadikan ku berhenti berusaha menjelaskan apa yang terjadi. kalau saja, kamu, mengerti, bagaimana rasaku.

kita memang masih sepasang teman, yang ku ingin beranjak menjadi sepasang teman hidup.
saat ini, kau berbeda. kau diam. mengacuhkan ku, tak lagi menyapaku, tak lagi melempar senyum manis mu, tak lagi bercanda, tak lagi membicarakan hal-hal yang kau sukai, tak lagi membagi musik yang kau dengarkan, tak lagi membagi kisah film yang kamu tonton, tak lagi memberikan ku referensi komik yang lucu.
sekarang kamu diam.
kamu berbeda.
diam saat menjumpaiku. diam saat ku berada disisi mu.

tapi aku tahu, mungkin saja diam mu adalah caramu menuturkan penolakan tanpa membuatku terluka.

tapi, kau tahu, luka yang tak terlihat karna diam mu, kini bahkan dalam sepi yang paling hening, bayangmu masih berani bersiul nyaring, seakan sengaja biar luka ku tak kunjung kering.
seperti kebas, luka ku sakit tak terlihat.


Mereka sama saja

ketika kamu merasakan hal yang orang lain tidak mengerti keadaan sebenarnya dan hanya mengetahui yang terjadi dengan matanya sendiri, mereka hanya akan mengatakan "aku tahu kok rasanya..."
bagiku, keadaan yang setiap orang rasakan akan berbeda meskipun kelihatannya sama kejadiannya.
aku tak yakin mereka merasakan apa yang ku rasakan.
aku kehilangan seseorang yang begitu ku cintai, selama hampir setengah hidup ku, ku lalui bersamanya. kini Ia hilang, berada di suatu tempat, berada disuatu hati yang lain.

hati ini sungguh tak mengerti apakah terlalu sempitkah sehingga Ia pergi ke hati yang lain?

Everybody loves the things you do
From the way you talk
To the way you move...
Everybody here is watching you
'Cause you feel like home
You're like a dream come true
But if by chance you're here alone
Can I have a moment?
Before I go?
'Cause I've been by myself all night long
Hoping you're someone I used to know
You look like a movie
You sound like a song
My God
This reminds me, Of when we were young


dari setiap langkah kaki membawanya, dari setiap pandangannya, aku tak pernah mengira hatinya kan terbawa pada langkah dan pandangannya. aku tak pernah mengira dia berjalan dengan hatinya. hati yang telah dititipkan denganku, Ia bawa pulang ke kotanya, kota dimana Ia harus memperjuangkan masa depannya.
Ia kadang kembali ke kota membawa hatinya, tetapi Ia kembali ke kotanya dengan hatinya pula, tak Ia tinggalkan lagi bersamaku. entah Ia lupa atau Ia tak ingin, entah Ia sengaja atau Ia takut menitipkan hatinya padaku, yang sudah separuh kehidupannya Ia selalu titipkan kepadaku.

setiap perubahan yang Ia berikan, setiap Ia menunjukkan betapa hangatnya peluknya, setiap Ia datang dan pergi dengan hatinya, tak sedikitpun ku merasa akan kehilangan tempat nyaman ini. nyaman yang ku harap tak pernah pergi dan selalu nyaman.

kamu pergi, dan aku masih ingat segalanya. disaat matahari bersinar dan tenggelam, akupun ingat setiap kenangan yang kita rangkai. 

kini saat segala sudah berubah, takkan ku berusaha mengubah yang telah terjadi.
jika memang...jika memang kehidupan kita berbeda arah dan tujuan, kini aku pun mengerti.
hati tak layak untuk dititipkan. hati ini hanya layak tuk di cintai, dalam setiap do'a dalam setiap sujud.
aku telah mengerti, kita tak di ciptakan bersama sampai akhir, kita hanya dipertemukan untuk saling menjaga, melengkapi, memberi tawa dan akhirnya memberikan kesedihan.
untuk setiap sedih yang kini kau berikan, aku takkan menyangkal kesedihan ini karena ku yakin Tuhan memberikan tawa dan sedih sebagai pasangan yang ideal,
Tuhan mempertemukan aku dan kamu bukan sebagai pasangan ideal.