kalau kamu mengerti jatuh-cinta-adalah-hal-yang-terindah, sekarang tolong jelaskan kepadaku...
aku ingin menyapamu, rindu.
aku ingin menatap wajahmu, rindu.
aku ingin nanyakan kabarmu, rindu.
aku rindu dengan segala hal yang kau ceritakan, kau khayalkan, kau impikan. rindu dengan segala kenangan yang kita rangkai bersama dengan waktu singkat, waktu yang tak sengaja kita bertemu.
aku merindukan mu.
jika kamu tau, kesalahan ku adalah saat kau pergi dan ke-ego-an mu menjadikan ku berhenti berusaha menjelaskan apa yang terjadi. kalau saja, kamu, mengerti, bagaimana rasaku.
kita memang masih sepasang teman, yang ku ingin beranjak menjadi sepasang teman hidup.
saat ini, kau berbeda. kau diam. mengacuhkan ku, tak lagi menyapaku, tak lagi melempar senyum manis mu, tak lagi bercanda, tak lagi membicarakan hal-hal yang kau sukai, tak lagi membagi musik yang kau dengarkan, tak lagi membagi kisah film yang kamu tonton, tak lagi memberikan ku referensi komik yang lucu.
sekarang kamu diam.
kamu berbeda.
diam saat menjumpaiku. diam saat ku berada disisi mu.
tapi aku tahu, mungkin saja diam mu adalah caramu menuturkan penolakan tanpa membuatku terluka.
tapi, kau tahu, luka yang tak terlihat karna diam mu, kini bahkan dalam sepi yang paling hening, bayangmu masih berani bersiul nyaring, seakan sengaja biar luka ku tak kunjung kering.
seperti kebas, luka ku sakit tak terlihat.