Hidup ini seperti sebuah pertandingan, kamu gak akan pernah tau siapa yang menunggu kamu di garis finish kalo kamu gak pernah mampu buat ngelewatin pertandingan ini.
Yah, intinya sama, kamu gak bakal tau siapa yang disana akan jadi pendamping kamu kalo kamu gak pernah ngejalanin masa masa sulit kamu buat move on.
untuk membuat segalanya terasa mudah, aku mencoba menjalani hari ini, kemarin, esok dengan memikirkan, apa yang sebaiknya untuk diriku di masa depan. bukankah mencintai saja bukan berarti hidup akan lebih indah di masa depan?
aku sudah bisa melewati masa -move on- dari kegagalan cinta ku yang terakhir. setiap hidup memiliki kegagalan dan cara penyelesaian yang berbeda. aku sudah bisa menyelesaikan masalahku sendiri.
hingga pada akhirnya, aku terlalu senang dengan kata -move on- dan aku lupa cara untuk membuka diri lagi untuk yang lain.
move on bukan berarti kita sudah menemukan seorang pengganti yang baru, bagiku move on adalah cara untuk meyembuhkan masalah dalam kegagalan cinta.
aku menyadari bahwa aku sudah bisa move on adalah disaat aku sudah bisa menghapus semua conversation yang tersimpan, foto, dan segala kata-kata manis darinya yang aku tulis di notes handphone.
menghapus kenangan itu sebenarnya bukan karena sulit, tapi karena kita takut kita tidak bisa mengingat akan masalalu. tapi itulah cara ku untuk bisa move on.
karena mengingat masa lalu bukanlah hal yang indah atau hal yang menyakitkan, tapi bagiku dia hanya sebagai memori karena kita pernah melakukan hal itu.
menghapus kenangan bukan berarti membuka lembaran kenangan yang baru, hanya saja kita ingin menyimpan kenangan lama itu di tempat yang berbeda.
untuk bisa menjalani ini semua, tentu air mata menjadi salah satu teman yang tak asing, sampai sekarang pun, beban dimasa lalu ku terasa begitu berat di bahuku, sampai sekarang seluruh kenangan itu masih membuat dada terasa sakit dan membuat air mata ini mengalir.
tapi di saat itu aku mengerti, semua kenangan itu tak pernah bisa aku lupakan.
seberapa berat kita mencoba mengabaikan, maka akan semakin banyak kenangan yang muncul.
jika pada akhirnya move on dengan segala cara tidak lah berhasil, cobalah untuk move back.
jika kamu merasa move on sungguhlah berat, try to move back, mungkin kegagalan yang kamu lakuin, kesalahan itu bisa lagi diperbaiki, kesalahan dalam hubungan yang sama mungkin akan muncul, tetapi pasti mereka memiliki cara penyelesaian yang berbeda.
Tampilkan postingan dengan label Move On. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Move On. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 April 2014
Jumat, 03 Januari 2014
gak ngerti kudu dikasih judul apa~~
Cinta dan waktu
akan saling berkaitan, lamanya waktu mungkin akan mempengaruhi cinta. Dan aku
harap cintaku ini akan selalu tumbuh seiring berjalannya waktu, hubungan ku
dengan lelaki yang ku cintai, yang sudah mendampingiku selama 4 tahun, yang
sudah berbagi segala kisah hidupnya dengan ku, lelaki yang amat ku cintai
setelah Ayah ku, lelaki yang sampai saat ini, aku berdo’a dia menjadi jodohku
nantinya.
Lelaki ini
bukanlah type yang sama dengan lelaki lain di luar sana, dia tak pernah
menuntut ku untuk ini itu, karena, menurut dia, suatu hubungan bukanlah karena
tuntutan, batasan, kekangan, tapi kita harus saling tahu diri. Aku tahu diri,
aku siapa, jadi aku tahu batasan ku ketika aku di luar, aku tahu diri aku
memberi kepercayaan penuh kepada dia, karena aku tahu, aku sudah memegang
komitmen untuk saling bersama. Kepercayaan, kejujuran, setia, lelaki ini tak
pernah memaksa ku untuk melakukan hal ini, karena pada dasarnya aku sudah tahu,
ini lah sesuatu yang harus dijalani oleh dua orang yang sudah berkomitmen untuk
bersama.
“”
To : Dearest
Bagaimana pagi
mu hari ini? Aku harap masih mencintai ku
From : Dearest
Aku masih
mencintai mu dan akan tetap selalu mencintai mu
Kita bukan lagi
remaja yang di mabuk cinta dengan komunikasi yang terlalu sering, aku
menyapanya setiap pagi, dan terkadang, sapaan pagi akan menjadi sapaan terakhir
di hari ini. Lelaki ini sudah mencintai ku, bagi ku adalah cukup, saling mencintai
adalah sesuatu yang penting dalam setiap hubungan.
Tapi, bukan
berarti tak mencintai, kita bisa saja berhenti untuk bersama, karena akan
selalu ada aku yang mencintai mu, tanpa perlu kamu mencintai ku, aku masih
ingin tetap kita bersama.
“”
“sudah lama kita
gak pergi bareng, aku kangen suasana malem seperti ini” di tengah keramaian
cafe ini, aku mencoba untuk tetap menunjukkan seberapa pentingnya arti hadirnya
untuk setiap malam ku.
“iya, aku juga
kangen, tapi aku mau ngomong sesuatu sama kamu”
“apa? Apa ada
yang serius?”
“kamu tau, kita
sudah lama seperti ini, bersama, setiap waktu.......”
“engga, kita
udah jarang ketemu.....”
“iya, maksud ku,
kita udah lama bersama.... dan sepertinya aku masih harus mikir lagi, harus
menjalani hubungan ini atau engga....”
..............
“maafin aku...”
Aku gak ngerti
harus gimana lagi kecuali menangis, menangis, menangis.... memohon untuk dia
tetap tinggal, tapi tetap bibir terlalu kelu untuk mengeluarkan kata-kata
memohon.... aku sama sekali nggak ngerti, bukankah cinta saja sudah cukup untuk
membuat orang tetap tinggal di samping kita?
“kamu
selingkuh?” tanya ku dengan segala kekuatan ku
“enggak, aku
enggak pernah selingkuh sekalipun itu, aku cuman masih harus mikir bagaimana
kelanjutan hubungan ini, bukan berarti aku udah gak sayang kamu... justru aku
sayang banget sama kamu”
“bohong, kalo
kamu sayang, kenapa harus kaya gini, bukankah cinta aja udah cukup untuk tau
bagaimana kelanjutan hubungan ini?”
Aku
meninggalkannya sendiri disana, dan aku masih belum paham, bagaimana bisa dua
orang manusia yang sudah bersama-sama begitu lamanya mencintai, berbagi kasih
sayang, tiba-tiba berjalan sendiri-sendiri lagi. Cinta yang sudah begitu
menyenangkan tiba-tiba harus ada kenangan yang menyedihkan. Cinta yang sudah
begitu eratnya, dengan mudah terpisah dengan tiba-tiba. Sebenarnya itu apa?
Haruskah ada hal yang begitu menyedihkan dalam cinta? Haruskah cinta itu di
sertai dengan tangisan? Haruskah cinta itu pada akhirnya akan ditinggalkan?
Aku harus
mencari tau, ini bukan lah akhir dari cinta, jika ternyata ada airmata yang
harus menetes pada setiap cinta.
“”
Aku mendatangi
kampus ini lagi, setelah peristiwa yang begitu menyayat sehingga sekecil apapun
cahaya harapan untuk kembali bersama, terasa begitu membahagiakan.
Aku berharap
mendapat jawaban yang berbeda, ketika lelaki yang sudah ku kenal lama ini
melihat ku dengan wajah yang tak ku tunjukan kesedihan. Aku berharap ia dapat
menarik ucapan yang sama sekali aku belum bisa lupakan, sehuruf pun apa yang di
ucapkannya.
“Selamat pagi,
bagaimana hari mu hari ini?” sapa ku dengan ku tahan semua airmata yang ingin
menetes tapi masih ku tahan demi lelaki yang paling ku cintai ini.
“Selamat pagi,
kamu ngapain kesini? Cepet pulang gih, mendung banget sekarang... aku ada
kelas, aku ke kelas dulu ya..” lalu pergi, tanpa kata-kata lain yang sangat
ingin ku dengar....Sayang...
Aku masih belum
ingin menyerah, untuk memperbaiki apa yang sebenarnya harus di perbaiki, aku
masih akan terus memohon, sampai lelaki ini benar-benar menunjukkan bahwa dia
udah gak mau lagi dengan ku. Karena aku sangat yakin, bukan cinta jika pada
akhirnya harus ada yang terluka.
“”
“Aku mau ngomong
sama kamu”
“Maaf, aku ada
urusan lain....”
Ini bukan lelaki
yang sudah mendampingi ku 4 tahun, ini bukan lelaki yang mencintaiku seperti
biasanya.
“Yasudah, aku
cuman mau bilang, makasih, makasih kamu udah nunjukin sikap ini, sikap yang
bilang, kalau kamu udah gak mau lagi sama aku, okee aku akan berhenti memohon
ke kamu, ngejar-ngejar kamu, percuma kalo kamunya sendiri gak mau di kejar.
Makasih untuk semua dan maaf. Dan perlu kamu tau, hargailah orang-orang yang
mencintaimu, karena ia berkorban, mengemis cinta untuk mu, karena ia hanya
ingin menunjukkan seberapa berharganya kamu untuk dia. Makasih, aku cukup tahu
diri sekarang”
Aku kuat, aku
harus kuat tanpa air mata yang dapat melemah kan ku, aku harus kuat, karena air
mata bukanlah cara yang terbaik untuk mengatasi masalah, aku harus kuat, karena
aku tau, ini bukanlah cinta yang seperti orang bicarakan.
“”
Lama sudah aku
sendiri, berjalan sendiri, tanpa orang yang ku cintai lagi, tanpa orang yang
sering ku kasihi, dan aku mengerti, ada kalanya kita harus sendiri, dan ada
kalanya kita harus bersama. Mungkin memang ini waktunya aku sendiri. Bukan
karena aku yang ingin sendiri, tapi dia, lelaki itu menginginkan aku sendirian.
Jika pada
akhirnya dua orang itu harus berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan yang
berbeda, percuma waktu yang telah mereka jalani bersama jika mereka belum bisa
mengubah jalan tujuan mereka menjadi sama.
Jika ternyata
tujuan mereka berbeda pada awalnya, kenapa mereka bisa bertemu di persimpangan
jalan?
Kalau ada dua
orang yang memutuskan untuk berjalan bersama-sama, berarti mereka punya tujuan
yang sama, jika di tengah jalan mereka berpisah, itu berarti mereka hanya ingin
mencari teman ketika di perjalanan, bukan berjalan untuk mencapai tujuan.
Aku menyakini,
orang yang sudah sekian lama berjalan bersama, ketika berhenti di tengah jalan
dengan alasan tujuan mereka berbeda, sebenarnya salah satu dari mereka belum
memiliki tujuan.
Lelaki yang dulu
amat ku cintai memutuskan berjalan dengan ku dengan tujuan yang sama, jika pada
akhirnya dia mulai goyah untuk melanjutkan perjalanan ini atau enggak, aku rasa
dia masih belum memiliki tujuan. Bagaimana bisa aku berjalan dengan seseorang
yang buta arah?
“”
“Dis, aku mau
ngomong.. dengerin aku sebentar aja”
Lelaki yang
masih begitu hangat di mataku tiba-tiba menghadirkan kembali aroma parfum
kesukaan ku.
“apa?”
“Maaf, aku tahu
aku udah bikin kesalahan yang amat sangat fatal, aku tahu aku aku udah bikin
kamu nangis, kecewa, marah sama aku. Tapi sekarang, mulai saat ini aku janji,
aku gak akan bikin kamu kaya gitu lagi.”
“Jadi maksud
kamu?”
“Maaf Dis, aku
minta maaf banget, tapi sekarang aku tahu harus kemana arah hubungan ini. Aku udah
ngerti harus gimana ngadepin hubungan ini...”
..................
“Dis, maafin
aku, kamu mau kan ngelanjutin ini lagi?”
Aku masih aja
diam, memikirkan kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang seharusnya aku
ungkapkan. Mengutarakan apa yang seharusnya ia dengar.
“Iya, aku
maafin, tapi........... seharusnya kamu tahu diri, seperti yang biasa kamu
bilang, tahu diri siapa kamu sekarang, siapa kamu dulu... kamu bilang kamu udah
tahu mau kemana arah hubungan ini, tapi aku juga tahu, arah tujuan ku udah gak
sama lagi sama kamu. Bagaimana aku bisa berjalan dengan orang yang baru aku
kenal di persimpangan jalan?”
“Maaf Dis, tapi
aku sama sekali gak bermaksud seperti itu..”
“Kamu tau kan?
Vas bunga yang udah jatuh, pecah, gak bisa lagi kembali utuh. Sama kaya aku,
gak bisa lagi utuh kalo aku harus maksain buat jalanin ini lagi... Maaf Ron...”
“”
Cinta, dan aku
masih berpendapat, jika cinta, tak mungkin pada akhirnya harus ada yang terluka
dan ada air mata. Jika cinta begitu di paksakan untuk tetap bertahan di keadaan
terluka dan air mata, aku yakin itu bukanlah cinta. Tetapi kesedihan yang
seharusnya kita redam, buang jauh-jauh.
Senin, 15 April 2013
Bahagia = Sedih
Kalo kamu tanya, apa aku pernah bahagia, jelas.
Pernah. Dengan siapa? Jelas dengan kekasihku dulu. Tapi itu dulu. Sekarang aku
sedih karenanya. Bahagia namun mengapa tak bertahan lama? Iya, karna bahagia
itu akan berbanding lurus dengan kesedihan. Dia memberikan ku cinta, hanya
sebentar. Tapi disaat itulah, aku merasa aku terlalu bahagia berada
disampingnya. Dan setelah dia meninggalkanku, aku baru sadar, setiap ada
bahagia, kesedihan akan menanti. Kalau kamu berikir hubunganmu tidak bahagia,
kamu salah. Selalu akan ada bahagia disaat kalian dengan pasangan bertengkar.
Dan sebaliknya.
Bahagia bukan hanya dari pasangan saja kan?
Selalu berpikir positif lah dengan hidupmu. Nantinya
Tuhan akan mengerti, kapan saatnya kamu akan bahagia, dan kapan saatnya kamu akan
bersedih. Jangan pernah mengeluh tentang kesedihan yang kamu pikir tidak datang
tepat pada waktunya, jelas Tuhan sudah yang Maha Tahu kapan kamu siap untuk
bersedih.
Keep smiling and cheers up :)
Jumat, 22 Maret 2013
Trik Move on ku
Ketika aku melihat sekeliling orang yang “terkadang”
pernah tersakiti oleh cinta, aku memikir bagaimana keadaan hatiku sekarang,
apakah aku baik-baik saja tanpa cinta yang dulu pernah aku banggakan ataukah
aku hanya merasa kesepian karena aku sendirian.
Ternyata tidak, aku baik-baik saja. Aku lebih baik
dari sebelumnya. Memang butuh proses yang sangat lama untuk memulihkan
“baik-baik” saja itu. Setidaknya aku sekarang bisa tersenyum lebar lagi tanpa
harus dengan orang yang dulu ku cintai.
Mungkin, ketika baru saja ditinggalkan, akan terasa
sangat sulit untuk memulai hal-hal yang biasanya kita lalui dengan orang yang
kita sayang mulai dari bangun hingga terlelap lagi dan sekarang kita bangun
tanpa ada ucapan selamat pagi darinya dan akan tidur tanpa ucapan selamat malam
darinya. Sangat sulit memang menjalani hal-hal baru itu. Mungkin bagi orang
lain, aku terlalu lebay ketika aku belum bisa terlelap hanya karena menunggu
ucapan selamat malam. Memang begitu adanya. Anggap saja sebagai orang muslim,
ketika hendak makan kita belum berdoa, akan terasa aneh kan kita akan makan?
Sama halnya seperti itulah aku. Tapi, malam demi malam, aku bisa menjalani
malamku tanpa ucapan selamat malam. Ya, karena aku mengucapkannya dalam hatiku
sendiri untuk diriku sendiri. Miris. Tapi itulah kenyataan yang harus aku
tempuh. Dan aku mulai terbiasa dengan itu.
Dan ketika aku melihat banyak orang mulai tersakiti karena cinta, aku hanya bisa tersenyum. Iya, Tuhan itu adil. Pasti ia akan menurunkan banyak-banyak orang patah hati untuk menemaniku.
Dan ketika aku melihat banyak orang mulai tersakiti karena cinta, aku hanya bisa tersenyum. Iya, Tuhan itu adil. Pasti ia akan menurunkan banyak-banyak orang patah hati untuk menemaniku.
Aku sendiri masih heran, kenapa orang yang kita
sayangi, kita cintai begitu jahatnya,begitu teganya melihat kita sakit,
menangis.. padahal mereka pernah menjelmakan kita sebagai oang yang mereka
sayangi, mereka cintai juga dengan memanggil sebutan “sayang” atau “cinta”
kepada kita. Apa mereka tak pernah berfikir bahwa menyakiti orang yang kita sayang
akan mendapatkan karma?
Sudahlah, tunggu saja karmamu.
Sudahlah, tunggu saja karmamu.
Aku memang merasa sakit, ketika kamu pergi, memutuskan untuk berhenti
mencintaiku tepatnya. tetapi aku berpositive thinking, kalaupun nanti kamu
merasa masih membutuhkanku, kamu akan menyesal meninggalkanku. Tetapi kalaupun
kamu tidak menyesal sama sekali pergi dariku, maka aku akan sangat bersyukur
karena aku telah dijauhkan dari orang yang tidak benar-benar mencintaiku.
Langganan:
Postingan (Atom)