Ketika aku melihat sekeliling orang yang “terkadang”
pernah tersakiti oleh cinta, aku memikir bagaimana keadaan hatiku sekarang,
apakah aku baik-baik saja tanpa cinta yang dulu pernah aku banggakan ataukah
aku hanya merasa kesepian karena aku sendirian.
Ternyata tidak, aku baik-baik saja. Aku lebih baik
dari sebelumnya. Memang butuh proses yang sangat lama untuk memulihkan
“baik-baik” saja itu. Setidaknya aku sekarang bisa tersenyum lebar lagi tanpa
harus dengan orang yang dulu ku cintai.
Mungkin, ketika baru saja ditinggalkan, akan terasa
sangat sulit untuk memulai hal-hal yang biasanya kita lalui dengan orang yang
kita sayang mulai dari bangun hingga terlelap lagi dan sekarang kita bangun
tanpa ada ucapan selamat pagi darinya dan akan tidur tanpa ucapan selamat malam
darinya. Sangat sulit memang menjalani hal-hal baru itu. Mungkin bagi orang
lain, aku terlalu lebay ketika aku belum bisa terlelap hanya karena menunggu
ucapan selamat malam. Memang begitu adanya. Anggap saja sebagai orang muslim,
ketika hendak makan kita belum berdoa, akan terasa aneh kan kita akan makan?
Sama halnya seperti itulah aku. Tapi, malam demi malam, aku bisa menjalani
malamku tanpa ucapan selamat malam. Ya, karena aku mengucapkannya dalam hatiku
sendiri untuk diriku sendiri. Miris. Tapi itulah kenyataan yang harus aku
tempuh. Dan aku mulai terbiasa dengan itu.
Dan ketika aku melihat banyak orang mulai tersakiti karena cinta, aku hanya bisa tersenyum. Iya, Tuhan itu adil. Pasti ia akan menurunkan banyak-banyak orang patah hati untuk menemaniku.
Dan ketika aku melihat banyak orang mulai tersakiti karena cinta, aku hanya bisa tersenyum. Iya, Tuhan itu adil. Pasti ia akan menurunkan banyak-banyak orang patah hati untuk menemaniku.
Aku sendiri masih heran, kenapa orang yang kita
sayangi, kita cintai begitu jahatnya,begitu teganya melihat kita sakit,
menangis.. padahal mereka pernah menjelmakan kita sebagai oang yang mereka
sayangi, mereka cintai juga dengan memanggil sebutan “sayang” atau “cinta”
kepada kita. Apa mereka tak pernah berfikir bahwa menyakiti orang yang kita sayang
akan mendapatkan karma?
Sudahlah, tunggu saja karmamu.
Sudahlah, tunggu saja karmamu.
Aku memang merasa sakit, ketika kamu pergi, memutuskan untuk berhenti
mencintaiku tepatnya. tetapi aku berpositive thinking, kalaupun nanti kamu
merasa masih membutuhkanku, kamu akan menyesal meninggalkanku. Tetapi kalaupun
kamu tidak menyesal sama sekali pergi dariku, maka aku akan sangat bersyukur
karena aku telah dijauhkan dari orang yang tidak benar-benar mencintaiku.