Labels

Kamis, 11 Februari 2016

Teruntuk Calon Suamiku

aku berharap pada asa, tentang cinta yang menggapai bulan
aku berharap cinta kan datang tanpa pergi ke asalnya

**

ketika pagi menjemput kekasih hati
sinar mentari menari bersama terik yang mengaungi semesta
aku masih berharap cinta ku dapat menjemput
kamu yang sedang dalam balutan kasih-Nya
aku memang bukan seseorang yang bisa mencintaimu seperti bintang kan setia pada malam
aku memang bukan seseorang yang bisa mencintaimu layaknya gelombang yang setia pada ombak
tapi Mas, aku kan berusaha mencintaimu, seperti yang telah diajarkan Nabi Muhammad untuk tidak saling menyakiti.

jika memang ketika hari dimana Mas datang bersama keluarga, sedangkan aku masih belum menjadi layaknya seorang bidadari yang seperti Mas harapkan.
tolong, jangan kembali ke rumah dengan tanpa jawaban atas Khitbah mu Mas..
tapi tetaplah teguh untuk tetap meminangku, meskipun aku bukan Khodijah, maupun Aisyah.
karena, ketika rombongan Mas datang untuk meminta ku, InsyaAllah segenap jiwaku Ikhlas menerima bimbingan sabar mu untuk menjadikan aku seorang bidadari yang kau inginkan, Mas.
dalam kehidupan ini, mungkin aku menjalani banyak hal yang mungkin masih menyimpang dalam syariat agama, tapi Mas, InsyaAllah dengan mu, aku akan berusaha menjalani kehidupan selanjutnya atas tuntunan dari mu yang aku yakin, Demi Allah, kamu berjanji akan membawaku ke arah Surga yang telah dijanjikan Allah.
Mas, Cinta adalah suatu penghias, Cinta hanyalah sekian dari seribu alasan Pernikahan.
Aku tak ingin kau hiasi, Mas. Cukupkanlah Allah yang kau hiasi dengan Cinta. bersama ku, aku ingin mencintai Allah bersama mu.

Mas, dunia adalah misteri. jika pada akhirnya nanti saat perjalanan kita bergelombang, cinta bukan lagi hiasan. dan janji hanyalah sebatas ucapan
aku hanya meminta tolong kepadamu, Mas.
yakinilah dirimu sendiri, ingatlah apa yang telah kau janjikan sendiri.
jikalau waktu itu datang, aku hanya akan diam. tak membela diriku
karena mungkin, akulah yang belum bisa menjadikan diriku Khodijah, sedangkan sudah kau bimbing aku dengan sebaik mungkin.
hingga hadir Khodijah yang lain, yang ingin disempurnakan agamanya olehmu.
jika waktu itu tetap datang, tolong berikanlah aku sedikit penyejuk meskipun hanyalah sandiwara
Mas, dunia hanya sebentar, aku ikhlas jika pada akhirnya hari itu kan datang. karena aku tahu, diluar sana pasti mereka cemburu dengan ku, yang memiliki Imam sebaik kamu, Mas.
Tapi sekarang, saat semua ini belum terjadi, aku mohon dengan sangat, bimbing aku dengan baik tanpa membuat yang lain cemburu kepadaku.

Terimakasih, Mas. karena sudah hadir dalam hidup ini dan tetap memilihku untuk menjadi Khodijahmu kelak.

Cinta

Kau boleh mencintai, Kau boleh menyayangi
Tapi tak selamanya, Kau akan memiliki apa yang Kau harapkan
Cinta bukan hanya soal kepemilikan
Cinta adalah kebahagiaan
Cinta bukan hanya antara kamu dan dia
tapi cinta akan membawa menjadi kita

Cinta orang menyebutnya
tapi tak dapat disebut Cinta jika hanya  kamu yang mencinta
Jika Cinta hanya akan bertepuk sebelah tangan
Cinta tak akan pernah sempurna

Aku menyerukan pada Dunia bahwa aku cinta
Aku mengatakan pada semesta bahwa aku mencinta
Aku menitipkan salam pada angin
Bahwa Cintaku akan selalu melewati nafasnya

Tapi Alam mengatakan cintaku tak sempurna
Deru ombak mengisyaratkan bahwa cintaku bergelombang

Aku tak ingin bersama
Aku tak ingin memiliki

Aku tak egois
Bukan berarti aku mencintai lantas semesta akan bahagia

Aku mencintai mu, memang
Tapi kini, aku tak berniat memilikimu
Aku mencintaimu, memang
Tapi kini, aku hanya berniat melihat kamu bahagia
dengan alam semesta yang siap membantu
Mengisi harimu dengan kebahagiaan
Meskipun bukan  dengan ku



*Cinta Hanya Isyarat untuk Orang yang siap membaca isyarat tersebut*