Labels

Minggu, 15 Desember 2013

Your best lover is your bestfriend

Cinta, kamu pasti tahu apa itu cinta. Kamu pasti tahu bagaimana mencintai, bagaimana dicintai.
Tapi aku, aku hanya tahu mencintai, aku tak pernah tahu bagaimana rasanya dicintai, oleh seseorang yang begitu kita cintai. Aku hanya mencintai, sendiri, dalam senyum, tawa, tangis, aku mencintaimu.
"Hey, kenapa melamun? Aku mau pulang nih, mau aku anter apa jalan kaki?".
Iya, dia lelaki yang aku cintai, namanya Ardi, yang aku cintai sejak pertama kali kita memutuskan untuk bersahabat, sejak pertama kali kita merasakan bangku kuliah.
"Iyalah, kamu harus anter aku pulang, udah ngerjain tugas kamu, masa kamu gak mau berterima kasih?" ucapku, yang harus ku tunjukkan, bahwa aku masih sahabatnya, yang selalu membantu dia dan aku mencintainya. Ini sudah tahun ke-2 kita bersahabat, sudah tahun ke-2 pula aku mencintai, tanpa ia sadari. Ardi adalah lelaki yang mempunyai jiwa semangat yang tinggi, dia selalu menyemangati ku ketika aku merasa sendiri, tak terlalu paham dengan materi kuliah, bahkan ketika aku merasa, aku lelah mencintai dia, dia menyemangatiku tanpa dia ketahui, aku lelah berpura-pura dalam persahabatan ini.

~~

"Ardiiiiiiiiiii, kamu ngapain aja sih jemputnya lama? Aku udah laper nih". Kataku, dengan manyun, seolah-olah Ardi adalah kekasihku, dan ku tunjukkan sikap manjaku karna aku lelah menunggu, bukan karna aku lapar, karna aku sudah merindukan sosoknya yang seminggu ini dia sibuk dengan kegiatan kampus.
"Sorry, tadi aku habis anter orang dulu, nanti deh aku ceritain, yuk naik!"
deg.. aku tahu, aku paham betul maksud Ardi, aku tahu yang dimaksud adalah perempuan. Ardi sudah seminggu tak bercerita kehidupannya, Ardi sibuk kegiatan kampus yang biasanya dia selalu merasa kelelahan karna tak pernah bisa tidur nyenyak karna kegiatan kampus ini menuntutnya untuk bangun pagi. Entah kenapa, kegiatan kali ini, dia begitu bersemangat.
"Nah, aku mau cerita ke kamu nih, aku lagi deket sama cewek, baru kenal pas kemarin itu sih, namanya Lani, pokoknya kamu harus ketemu sama dia"
"Iyakah? wah senengnya yang bentar lagi gak jomblo, setelah sekian tahun jomblo ya, hihihi"
Reaksi ku, yang seharusnya ku tunjukkan, karna aku sebagai sahabatnya, harus merasa bahagia kalau dia bahagia.

~~

Aku masih mencintai mu dalam diam ku, aku masih mencintaimu dalam suka mu, karna aku tahu, kamu mencintaiku, dalam persahabatanmu.

Ardi memang begitu dekat dengan Lani, tapi aku tak pernah tahu, bagaimana perasaan Ardi sebenarnya terhadap Lani, karna semenjak Ardi menceritakan tentang Lani kepada ku, dia tak pernah lagi menyebut nama Lani didepanku. Aku pun masih belum dikenalkan langsung oleh Ardi kepada Lani.
Ardi memang tak berubah, masih mengantarku pulang, masih menemani ku makan, mengerjakan tugas, menyemangatiku ketika aku lelah kuliah. Ardi masih seperti biasanya. 

Semakin dekat dengan Lani, semakin sering Ardi berdua dengan Lani, Ardi tetap tak berubah.

Jika aku bisa membaca pikiran orang, pikiran Ardi lah yang ingin aku baca. Entah mengapa, dia belum juga meresmikan hubungan mereka.

~~

Ini tepat hari ulang tahun ku. Aku bersikap biasa saja, karna sama seperti tahun kemarin, tak akan ada hal yang menyenangkan. 

To: Ardi
"kamu dimana? engga jemput aku?

Aku berjalan sendirian menuju kampus, yang memang tidak terlalu jauh. Aku berfikir, aku harus sedikit menghindar dari Ardi, agar dia bisa bebas dengan cintanya, Lani, yang setiap aku lihat, dia begitu bahagia semenjak kenal dengan Lani. Aku? Hanya bisa memberi kebahagiaan dia ketika tugas kuliahnya aku yang mengerjakan, itu saja. 
Aku terlihat bodoh, saat aku mencintai seseorang tapi tak ada hal yang dapat aku lakukan, aku hanya diam, menunggu sesuatu yang tak pernah terjadi, jika aku tak pernah memberitahukan perasaanku.

Aku memang mencintai Ardi, tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaan ini, aku takut kalau aku salah mengartikan kebaikan Ardi yang tentunya hanya untuk sahabat. Aku tak pernah ingin sakit hati karna cinta ini berbeda arah. Aku lebih baik mencintaimu, dalam diam.

~~
 Ada kotak biru di atas bangku ku.
'Your best lover is your BestFriend'
Ardi

Secarik kertas, yang aku tak paham apa maksudnya, tiba-tiba membuatku ingin menangis.
"Selamat Ulang Tahun, kamu, sahabat terbaik dalam hidup yang selalu memberi keindahan, my bestfriend, will you be my girlfriend?" kata Ardi dengan memberiku sebuket bunga mawar merah.

Aku terdiam, menangis, dan mengangguk sekali, kemudian memeluknya.

~~

"Kamu, kalo cinta aku bilang dong, jangan cuman diem aja. Emangnya enak cinta terus gak diungkapin?"
"Hey, aku kan cuman gak mau ganggu kamu sama Lani"

"Aku sama Lani emang deket, tapi deg-deg an ini loh, cuman ada saat aku sama kamu. Ternyata aku sama Lani engga bisa sedeket sama kamu, kaya gini nih" Ardi dengan mencubit pipiku.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar