Labels

Senin, 15 April 2013

Bahagia = Sedih



Kalo kamu tanya, apa aku pernah bahagia, jelas. Pernah. Dengan siapa? Jelas dengan kekasihku dulu. Tapi itu dulu. Sekarang aku sedih karenanya. Bahagia namun mengapa tak bertahan lama? Iya, karna bahagia itu akan berbanding lurus dengan kesedihan. Dia memberikan ku cinta, hanya sebentar. Tapi disaat itulah, aku merasa aku terlalu bahagia berada disampingnya. Dan setelah dia meninggalkanku, aku baru sadar, setiap ada bahagia, kesedihan akan menanti. Kalau kamu berikir hubunganmu tidak bahagia, kamu salah. Selalu akan ada bahagia disaat kalian dengan pasangan bertengkar. Dan sebaliknya.
Bahagia bukan hanya dari pasangan saja kan?
Selalu berpikir positif lah dengan hidupmu. Nantinya Tuhan akan mengerti, kapan saatnya kamu akan bahagia, dan kapan saatnya kamu akan bersedih. Jangan pernah mengeluh tentang kesedihan yang kamu pikir tidak datang tepat pada waktunya, jelas Tuhan sudah yang Maha Tahu kapan kamu siap untuk bersedih.

Keep smiling and cheers up :) 

Kita (gak) Harus Putus !!



“Aku masih ada urusan, kamu makan sendiri aja ya.” Kata pria itu dihandphone ku. Dia memang lebih mementingkan waktu dengan sahabat-sahabatnya daripada denganku. Entahlah, aku tak tau alasan yang sebenarnya. “Iya, gak apa-apa. Kamu sampe jam berapa nanti? Jangan pulang malem-malem ya, aku abis ini langsung pulang ke kos.” Kata ku dengan lemah dan tak pernah ingin memaksa dia untuk menemani ku makan, atau mengantarku pulang. “Iya sayang, gak sampe malem kok. Nanti kalo udah di kos, aku sms lagi. Bye dear.” Dia menutup telpon. Seperti biasa. Tak terlihat kita punya masalah bukan? Iya, kita hanya tak pernah bertengkar dalam dunia nyata, tapi dalam keadaan hati dan perasaan, kita selalu bertengkar. Karena apa? Karena kadang sifat egoku yang mulai muncul tetapi tak pernah dia anggap serius. Aku ini tak pernah suka makan sendirian, aku ini takut keramaian. Tapi dia tak pernah mengerti. Aku bisa apa?
Handphone ku berbunyi, nada sms dari kekasihku. Dia menepati janjinya untuk memberitahu kalau sudah pulang. Tidak jarang dia lupa untuk mengirimi ku pesan singkat sebelum aku tidur bahkan ucapan selamat pagi darinya. Iya, dia belum pulang saat aku tidur dan dia belum bangun saat aku sudah bangun. Begitulah setiap hari hubungan ini. Tak pernah ada kemajuan pesat semenjak kita berdua memutuskan untuk bersama.

From : Sayang
“Sayang, aku udh pulang nih. Have a nice dream ya”

Gak perlu membutuhkan waktu yang banyak untuk membalas pesannya. Aku selalu antusias dengan pesan singkat yang selalu dia kirimkan.

To : Sayang
“Iya, Istirahat gih.. Luv ya”

Sudah, dia bukan SMS person. Sekali sms jarang sekali ada balesan lain. Itulah kenapa aku selalu antusias dengan pesan singkatnya.
                                                                        “”
Setiap waktu memang begini, aku tak pernah bisa memberikan, yah istilahnya yang terbaik.
Aku juga merasa gak pernah mengerti, apa seharusnya tugasku sebagai kekasihnya.
Menemani dia ke kampus? Dia sudah memiliki sahabat-sahabat yang sangat baik. Mengingatkan makan? Dia bukan orang yang pelupa dalam hal makan. Dia akan selalu makan saat dia merasa lapar. Dia bukan pemalas. Membantu mengerjakan tugas? Dia anak yang pintar, dia selalu mendapatkan IP >3,00 . Kadang mencintai dan menjadi kekasihnya adalah salah satu hal yang sangat patut disyukuri, karena dia adalah lelaki yang baik, dalam pandanganku. Untuk bisa menjadi kekasihnya pun tak mudah, karena banyak sekali perbedaan antara kita. Tapi entahlah, dia memilihku untuk menjadi kekasihnya.

To : Sayang
“Good morning, sunshine. Hopefully that you always love me”

Tugasku setiap pagi, mengirimkan dia pesan singkat agar dia selalu tau aku disini mencintainya walau aku tak tau, seberapa pentingnya aku dimata dia saat dia membuka matanya.
                                                                        “”
Ini tanggal 1, ini adalah bulan ke 6 aku resmi menjadi kekasihnya. Ini adalah bulan yang seharusnya bahagia daripada bulan yang lalu. Di bulan ini, aku harus bisa menunjukkan bahwa ini aku, kekasihmu. Tapi, apa yang harus aku lakukan? Dia terlalu sempurna tanpaku, dia sudah mandiri tanpaku.

From : Sayang
“Happy 6 monthversary dear, keep this love ya J
To : Sayang
“Happy 6 mothversary too dear, be a good boy ya J

Dia memang tak pernah lupa tanggal 1. Tapi aku tak yakin, apakah dia juga tak pernah lupa denganku.
                                                                        “”
“Sayang, anterin aku pulang ya.” Pinta ku sore itu. Aku lupa rasanya dijemput olehmu, aku lupa rasanya duduk dibelakang punggungmu, aku lupa rasanya memeluk punggung itu. Karena kamu terlalu sering sibuk dengan urusanmu yang menjadikan kamu lelaki yang sempurna ‘dimata orang banyak’. “Iya, tunggu didepan, aku ambil motor dulu.”
Aku tak ingin langsung pulang, aku ingin lebih lama menikmati punggung itu. Aku masih ingin memeluk punggung itu. “Sayang, cari tempat ya buat ngobrol. Aku pengen ngomong banyak sama kamu.” Dia langsung membelokkan motor itu ke cafe yang dulu sering kita kunjungi. Cafe yang dulu aku pertama kali memanggilnya ‘sayang’ .
“Mau ngomong apa sayang? Serius banget, tumben.” Ucap dia dengan senyum nya yang menunjang dugaan bahwa dia memang lelaki sempurna.
“Enggak, cuman kangen aja. Udah lama kita gak ngobrol gini gara-gara urusan kamu dan teman-temanmu. Kamu lupa ya punya aku?” Aku menunduk saat mengatakan itu. Tak berani melihat sorot matanya yang teduh. “Ya enggak lah, mana mungkin aku lupa. Kamu itu satu-satunya sayang.” Rayu dia dengan memegang tanganku. Aah, aku semakin tak kuasa, aku ingin menangis. “Kamu bahagia pacaran sama aku?” tanya ku takut. Aku gak siap dengar jawabannya.
 “Hei, kenapa kamu tanya seperti itu? Jelas bahagia sayang, sangat.”
“Kamu bahagia karena apa? Aku sama sekali belum merasa pernah membahagiakanmu. Aku sangat terlihat kurang buatmu. Kamu itu sudah sempurna, ada atau gak ada aku, kamu akan tetap sempurna.” Aku menangis. Aku sedih, memang seperti itu kenyataannya. Dia sudah sempurna.
“Aku belum sempurna sayang, manusia gak ada yang sempurna, kamu itu pelengkap hidupku. Jangan ngomong aneh-aneh.”
“Kamu akan bisa tanpaku.....”
“Maksud kamu? Enggak sayang, aku gak bisa tanpamu...”
“Tapi, aku gak pernah buat kamu bahagia, buat apa hubungan seperti ini diteruskan? Aku merasa, aku gak berguna jadi kekasihmu....”
“Kita gak boleh putus sayang, aku butuh kamu. Kita harus tetep sama-sama. Kalau kamu mau bahagia, kalau kamu mau buat aku bahagia, kita gak harus putus. Kita harus tetep sama-sama. Kita bahagia sama-sama nanti. Kamu itu berguna sayang, kamu itu penyemangat pagiku. Percayalah, kalau hanya masalah bahagia, kita pasti akan bahagia nantinya.” Ucap dia dengan setengah memeluk ku.
Dia memang sempurna. Dan sekarang aku merasa bahagia. Karena aku memiliki seorang yang sempurna.

Jumat, 22 Maret 2013

Trik Move on ku



Ketika aku melihat sekeliling orang yang “terkadang” pernah tersakiti oleh cinta, aku memikir bagaimana keadaan hatiku sekarang, apakah aku baik-baik saja tanpa cinta yang dulu pernah aku banggakan ataukah aku hanya merasa kesepian karena aku sendirian.
Ternyata tidak, aku baik-baik saja. Aku lebih baik dari sebelumnya. Memang butuh proses yang sangat lama untuk memulihkan “baik-baik” saja itu. Setidaknya aku sekarang bisa tersenyum lebar lagi tanpa harus dengan orang yang dulu ku cintai.

Mungkin, ketika baru saja ditinggalkan, akan terasa sangat sulit untuk memulai hal-hal yang biasanya kita lalui dengan orang yang kita sayang mulai dari bangun hingga terlelap lagi dan sekarang kita bangun tanpa ada ucapan selamat pagi darinya dan akan tidur tanpa ucapan selamat malam darinya. Sangat sulit memang menjalani hal-hal baru itu. Mungkin bagi orang lain, aku terlalu lebay ketika aku belum bisa terlelap hanya karena menunggu ucapan selamat malam. Memang begitu adanya. Anggap saja sebagai orang muslim, ketika hendak makan kita belum berdoa, akan terasa aneh kan kita akan makan? Sama halnya seperti itulah aku. Tapi, malam demi malam, aku bisa menjalani malamku tanpa ucapan selamat malam. Ya, karena aku mengucapkannya dalam hatiku sendiri untuk diriku sendiri. Miris. Tapi itulah kenyataan yang harus aku tempuh. Dan aku mulai terbiasa dengan itu.
Dan ketika aku melihat banyak orang mulai tersakiti karena cinta, aku hanya bisa tersenyum. Iya, Tuhan itu adil. Pasti ia akan menurunkan banyak-banyak orang patah hati untuk menemaniku.
Aku sendiri masih heran, kenapa orang yang kita sayangi, kita cintai begitu jahatnya,begitu teganya melihat kita sakit, menangis.. padahal mereka pernah menjelmakan kita sebagai oang yang mereka sayangi, mereka cintai juga dengan memanggil sebutan “sayang” atau “cinta” kepada kita. Apa mereka tak pernah berfikir bahwa menyakiti orang yang kita sayang akan mendapatkan karma?
Sudahlah, tunggu saja karmamu.
 
Aku memang merasa sakit, ketika kamu pergi, memutuskan untuk berhenti mencintaiku tepatnya. tetapi aku berpositive thinking, kalaupun nanti kamu merasa masih membutuhkanku, kamu akan menyesal meninggalkanku. Tetapi kalaupun kamu tidak menyesal sama sekali pergi dariku, maka aku akan sangat bersyukur karena aku telah dijauhkan dari orang yang tidak benar-benar mencintaiku.

Selasa, 25 Desember 2012

change the world

yeah, its my first post when i was became to MAHASISWI. haha
aku sekarang.. bukan, bukan jadi dokter seperti yang kutulis di post dulu, tapi emang alhamdulillah aku masuk di Fakultas Kedokteran Univ Brawijaya. YEAY
jurusan Gizi Kesehatan. hehe..
sekarang? lagi minggu tenang mau UAS. cepet ya, banget.
setelah menjalani berbagai model PK2MU + PK2Maba + Krima. yaa beginilah, sibuk. iya. haha. tapi dulu, skrg? malesnya kumat. kadang sih kumatnya. galaunya juga masih nih. ups
iyaaaaaaaaaa. sekarang aku udah putus tus tus sama Alfian, udah 2 bulan lalu. kenapa? hanya dia dan Allah yang tau. mungkin aku udah gak cantik lagi, mungkin aku udah gak seksi lagi, mungkin aku ......
ya gatau lah, dia yang ngerti maksud dan tujuannya putusin itu gimana.
nyesek? pol. ngemis2 cinta? udah kok. hasilnya? biasa. gak ada progres. yasudah. ini hidupku, nyesek2 sendiri, galau2 sendiri. toh pada akhirnya nanti, Allah akan memberi seseorang yang lebih baik.. kaya pepatah, pacar sekarang harus lebih baik dari pacar yang kemarin. setuju? hahahah
udah? mau nulis apa lagi.... em.. intinya kehidupanku sekarang berubahlah. dulu yang aku males2an, sekarang udah berubah jadi lumayan enggak males. yah meskipun ini mau UAS niat belajar tapi ya malesnya kumat. berubah berubah berubah.
gak boleh galau.. huhuhu.. semangat!!

Minggu, 29 April 2012

KITA MEMANG MUDAH PUTUS



LDR diidentikkan dengan rindu, rindu diidentikkan dengan emosi dan egois itu aja tapi sebab akibatnya bikin ruwet suasana hati, kalo rindu tetep gak bisa ngerti yang di sana karena kesibukkannya bakal mudah jenuh dan kalo udah jenuh terus gak ada solusi buat ngatasinnya itu udah tanda-tanda rusaknya hubungan cuma ada dua pilihan mau ngegantung atau mau sekalian putus, yang ngegantung itu lama kelamaan putus jadi ya Kita memang mudah putus..

Efek putus itu bisa disebabkan ababilitas dari salah satu pasangan, mau itu pihak cowok atau cewek, biasanya kalo putus salah satu dari mereka emang bener-bener lelah sama gak kepastian dan lelah sama menunggu, tapi disaat sudah lelah obatnya adalah kita harus buru-buru ketemuin dia biar gak putus terus dia bisa move on karena banyak yang ngincer di sekitarnya. Sebenernya obat kangen dan lelah itu ya bertemu gak ada kata lain lagi alasan jauh, kan ada celengan nabung kek uang kembalian beli dari supermarket kan ada recehnya nah itu dicelengin sampe penuh terus biar bisa ketemu, kalo nabungnya di ATM gak akan bisa kekumpul karena di mana-mana ada ATM Kios so kalo lagi butuh duit pasti tu ATM Digesek jadi bukan nabung malah nabung bangkrut.

Putus itu bisa kita atasin dari banyak hal dan kita bisa mengerti mengapa dia minta putus mendadak, mungkin dari kesibukkan kita hingga kita tak sempat semenitpun mengabarinya sedangkan dia nungu-nunggu kaya orang bego hapenya sampe bunyi, akhirnya ia lelah dan lelah mengertimu, inget cari pacar yang pengertian itu susah selain kita bisa mengerti sikapnya apa lagi dari kekuranganya, dia udah mau nunggu kamu yang jauh malah kamu anggurin aja. Putus bukan disebabkan lelah menunggu dan misskomunikasi aja, tapi putus juga bisa disebabkan saling tak memahami situasi masing-masing bukan hanya kesibukkan tapi sulitnya mengendalikan emosi saat merindu..

Berantem bukan berarti putus dari pernyataan di atas semuanya gak jauh dari kata berantem hingga muncullah kata yang mudah dan tanpa di alam bawah sadar kita berucap “Kita putus aja yaa, Aku udah cape kaya begini” nah loh, itu kode sebenernya kode mau cepet-cepet kamu ketemuin, makanya sedia payung sebelem banjir, sebelum dia ngambek-ngambek gak jelas mending kamu nabung buat ngatasin sebelum dia bilang putus beneran dan air matanya bercucuran banjir. 

ngutip @LDR

Mempertahankan lebih sulit dari pada menjaganya.


Kebutuhan dalam mencintai hanya ada satu yaitu Percaya, dalam hal ini kita tak mengetahui isi dari semua itu ketentuan hatilah yang berperan penting karena kita mempertahankan dengan kepercayaan sedangkan hati menjaganya dengan baik dan sebaik-baiknya sampe sakit hatipun kita tetep mempertahankannya, Cinta memang hal yang mudah akan tetapi mempertahankannya akan terasa sulit bagi kita karena beberapa faktor dan tujuan, faktor lain karena hati yang ganjen mulai dari kita atau pacar kita, faktor tujuan adalah perbedaanya waktu dan tempat sehingga mudah jenuh dan tujuan sudah mulai berbeda yaitu sulit untuk mempertahankan sehingga mudah putus karena tak mau sakit hati merindu.
Cinta memang mudah dipengaruhi dalam situasi apapun, disaat berpisah dan bersama itu mungkin saja kita bisa berakhir, cinta takkan bisa dipengaruhi ketika kita mencintai dengan kepercayan dan keyakinan bahwa cinta itu akan bersama ketika waktu yang menentukan akan tetapi kita masih bisa memiliki kekhawatiran akan cinta itu yang akan pergi suatu saat tanpa kita ketahui, hal yang membuat kita tak ragu adalah kita tidak bisa menentukan waktu untuk bersama tapi waktu yang menentukan kebersamaan cinta kita. Dari proses waktu tersebut banyak hal yang kita sangat tak kita sukai dan buat kita meragu untuk mempertahankan dan meragu untuk yakin hingga kepercayaan sudah mulai pudar dalam benak kita sebabnya tak lain adalah faktor komunikasi, komunikasi memang berperan penting dalam LDR gak ngasih kabar apa yang di perbuat pacar dia akan menyembah handphonenya mencintai kesepiannya dengan kegilaanya yaitu ngomong-ngomong sendiri sama benda mati sampe diomel-omelin dah itu benda, balik lagi ke komunikasi mengabari pacar adalah hal yang wajib untuk kita lakukan masa iya sibuknya full time tapi semenit gak sempet ngasih kabar atau sekedar bilang “kamu lagi apa.. ?” merhatiin dikit kek “kamu jangan telat makan yaa” mungkin akan terlihat lebai tapi ini faktor hubungan yang bikin awet yaitu perhatian, mau perhatiannya direnggut sama orang di sekitar pacar yang lebih deket dan mudah buat ngegebet pacar yang sendirian di sana, sedangkan kita enggak tau apa yang dilakuin pacar di sana jika kita masih keasikkan dengan kesibukkan kita, mempertahankan perhatian yang membuat kita percaya dan yakin kalau pacar itu bener-bener mempertahankan kita di sana. Semoga bermanfaat.





Ngutip dari @LDR !!

LongDistanceRelationship story


ini Quote dariLong distance relationship

Long distance relationship

Aku tak pernah menyangka akan menjalani hubungan yang seperti ini, memiliki kekasih yang jaraknya tidak bisa diukur lewat tutup pulpen ataupun penggaris, jarak kami begitu jauh dipisahkan oleh lautan dan benua. Kekasihku nan jauh di negeri orang, bukan dia bukan orang indonesia yang sedang menuntut ilmu disana tapi memang dia berkewarganegaraan berbeda denganku. Turki, dia tinggal disana , aku tidak pernah berharap memiliki kekasih yang sangat jauh. Aku hanya melihat hubungan seperti ini di film-film bioskop yang akhirnya mereka bertemu dan menikah. Dalam hubungan kami, kami juga mengarapkan hal seperti itu. Namun kami tau, bahwa tidak mudah untuk melangkah tetap pada porosnya untuk menuju sesuatu yang begitu sakral seperti pernikahan.

Dulu sebelum aku bertemu dengannya, aku hanya memiliki satu akun jejaring sosial yaitu facebook dan kini aku memiliki semua akun yang pernah ada hanya untuk berkomunikasi dengan dia.

Aku ingat sekali berberapa waktu yang lalu saat kami sedang memiliki rasa rindu yang sama kuatnya ada kejadian yang sangat membekas dan tak akan kami lupakan, waktu itu kita sedang ngobrol melalui videocall di facebook, dia menyanyikan sebuah lagu untuk ku namun tiba tiba jaringan sangat jelek, hujan di indonesia dan musim dingin yang teramat dasyat di turki mengganggu koneksi internet kami. Dia terus menyanyi namun aku tidak bisa mendengar suaranya, aku hanya bisa melihat wajahnya kuputuskan untuk berpura-pura mendengar apa yang dia nyanyikan dan selalu tersenyum ke arah kamera. Beberapa hari kemudian dia bertanya padaku apakah aku menyukai lagu yang dianyanyikan tempo hari, “mati gua, apa pula segala nanya lagu” jujur itu yang ada di pikiranku saat itu. Karena aku bingung akhirnya kuputuskan untuk jujur kepadanya. Dia hanya tertawa terbahak bahak mendengar apa yang aku katakan.

Aku tak pernah terpikirkan bisa menjalani hubungan seperti ini, memiliki pacar yang jauh disana membutuhkan kesabaran yang luar biasa ekstra. Mungkin bila kita hanya ldr di pisahkan oleh kota pulsa 25 ribu bisa di pakai 3 atau 4 hari tapi bagiku bisa aku pakai hanya untuk 15 detik. Memang cukup mahal tapi tak sebanding dengan suaranya.

Aku bertemu dia di indonesia ketika ia menjadi mahasiswa pertukaran pelajar. Aku menjalani komitmen yang cukup berat dengannya, bukan hanya jarak, bahasa tapi juga soal keyakinan. Di bulan ke 8 hubungan kami, kami menyadari hubungan ini berjalan ke arah yang lebih serius, ku beranikan berbicara soal keyakinan, ku jelaskan padanya bahwa aku tak bisa memilih pria yang akan menjadi imamku nanti berbeda agama denganku, namun dia hanya diam . mimin tau, kami membicarakan hal se sakral ini hanya melalui skype, memang aneh pembicaraan yang sangat sentimentil ini hanya di lakuakan oleh dunia maya. Namun kami tak bisa berbuat apa apa hanya bisa pasrah dan mensyukuri masih ada jalan untuk kita bertatap muka.

Aku menjelaskan bahwa bagiku agama adalah harga mati yang tak bisa ku ubah, setelah pembicaraan itu berakhir dia menghilang selama 3 hari. Mimin tau rasanya seperti apa tidak di beri kabar selama 3 hari ? mingkin bila dia di satu negara, aku akan menyusul mencarinya namun aku berbeda negara, aku hanya bisa berdoa agar tak terjadi apa apa. Setelah 3 hari dia menghilang dia menghubungiku, saat itu aku sedang berada di kampus, dia menyuruhku menyalakan skype, ku turuti permintaannya. Saat ku buka skype, dia kelihatan berbeda sekali dia memakai jas hitam, begitu sangat tampan . aku bertanya kemana saja selama 3 hari kemarin, dia menjawab memantapkan hati untuk mengambil keputusan. Aku sedih mendengarnya, di fikiranku dia akan meninggalkan ku, aku harus ikhlas . tapi dia berkata lagi, “tata, mau kah kau membimbingku untuk mempelajari agamamu “ tak bisa kulukiskan betapa terharunya hati ini, Malam harinya saat aku sampai ke rumah sehabis pulang kuliah, di rumah ada seorang pria di beranda rumahku berdiri dengan tegap memakai jas hitam yang sama seperti yang di kenakan kekasihku, dia berdiri sambil memegang satu buket mawar berwarna merah.aku berjalan mendekatinya, aku menangis luar biasa senangnya kekasihku datang ke indonesia” tata, maaf aku menghilang selama 3 hari ini, aku melakukan perjalanan panjang dan melelahkan dari turki ke indonesia untuk mengatakan sesuatu, tata mau kah kau menjadi istriku ? menjadi ibu bagi anak-anak ku ? menjadi partner dalam kehidupanku ? dan menjadi tua bersamaku ? bersedia kah kau membimbingku untuk menjadi imam mu ? “
Bagiku penantianku selama ini buakanlah hal yang sia-sia, cemburu kepada hal yang tidak jelas, sangat merana bila sinyal sedang jelek, pulsa modem habis atau account yang tidak bisa di buka. Bagi ku kini semuanya indah.

Mimin mungkin aku sangat terlambat mengirimkan ini, namun aku hanya ingin berbagi bagaimana bahagianya memetik buah dari kesabaraan.

Desember tahun ini aku akan menikah, doakan aku ya mimin..

delia nanda ~ deliananda4@gmail.com